You've reached Acaraki

Nothing to hide! Respect the process, enjoy the taste!


Acaraki - Jamu Café

Jamu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Tapi jamu memiliki fungsi dan makna yang sebenarnya lebih dari itu. Racikan jamu dari berbagai bahan tanaman memiliki kekayaan rasa serta nilai historis, filosofi dan estetika yang menarik untuk ditelusuri. Karena itu, Acaraki hendak mengajak anda semua untuk mendalami jamu sebagai bagian dari budaya Indonesia.

Tercatat pada kitab Madhawapura, Acaraki adalah gelar profesi seorang peracik jamu di kerajaan Majapahit. Dengan semangat new wave, Acaraki Jamu Café hadir untuk memperkenalkan kembali nilai jamu di kehidupan masyarakat muda khususnya milenial. Dengan mengadaptasi metode penyeduhan kopi modern, Acaraki Café berfokus dalam peremajaan menu jamu untuk menjadi sajian yang mampu lebih eksploratif terhadap selera masa kini.

Jamu bukanlah perihal yang asing bagi orang Indonesia. Setidaknya setengah dari jumlah populasi bangsa Indonesia cukup familiar dengan jamu. Sejak dahulu, kata jamu diyakini sebagai akronim dari dua kata bahasa Jawa Kuno, yaitu; djampi dan oesodo. Djampi diartikan sebagai mantra atau doa-doa yang disampaikan melalui medium tertentu, sedangkan oesodo berarti pengobatan atau kesehatan. Berlandaskan pada kedua arti kata tersebut, secara etimologi jamu dapat diartikan sebagai suatu harapan akan kesehatan yang didoakan melalui medium tertentu.