ACARAKI

Slider

TENTANG ACARAKI

Sebagai ramuan rempah tradisional, jamu secara turun temurun dipercaya oleh Bangsa Indonesia sebagai ramuan untuk kesehatan. Istilah jamu berasal dari bahasa jawa kuno, yaitu “jampi” yang berarti mantra/doa, dan “oesodo” yang berarti kesehatan.

Istilah Acaraki berasal dari prasasti Madhawapura, sebuah prasasti yang berisi catatan tentang profesi. Tertulis didalamnya mengenai sebutan Abhasana bagi pembuat pakaian, Angawari sebagai pembuat kuali, dan Acaraki sebagai peracik jamu.

Untuk melestarikan budaya Indonesia, Acaraki hadir untuk memperkenalkan kembali nilai jamu di kehidupan masyarakat. Dengan mengadaptasi kopi, teh dan matcha, Acaraki berupaya untuk menyajikan jamu dari sudut pandang yang berbeda.

JONY YUWONO

Founder Acaraki

Jony Yuwono adalah pendiri Acaraki Jamu. Sebelum ini, Jony telah bekerja di berbagai industri mulai dari barang konsumen, konsultasi, konstruksi, ekspor-impor dan industri barang mewah; memungkinkan dia untuk mengadopsi berbagai perspektif dalam pemecahan masalah.

Dilengkapi dengan Spesialisasi Keberlanjutan Bisnis dari tahun MBA-nya di Schulich School of Business, Jony telah berhasil mengoordinasikan kemitraan antara perusahaannya dan berbagai organisasi nirlaba, seperti Dana Margasatwa Dunia (WWF), Nahdlatul Ulama (NU), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dll.

Seorang backpacker yang rajin, pelari maraton dalam pelatihan dan Penyelam Air Terbuka Tingkat Lanjut, kecintaan Jony terhadap alam telah membuatnya menjelajahi berbagai situs alam di dunia. Dengan antusiasme yang baru ditemukan dalam kopi ia saat ini mengeksplorasi kemungkinan bagi jamu untuk meniru keberhasilan adopsi budaya kopi di masyarakat saat ini.

VISI ACARAKI

Menjadikan Jamu sebagai minuman bertaraf Internasional 

MISI ACARAKI

Memperkenalkan Jamu sebagai minuman yang enak dan dapat dijadikan sebagai gaya hidup kepada masyarakat luas